Erdogan terpilih Sebagai Walikota Istanbul dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994. Dia dipenjara pada 12 Desember 1997 karena puisinya yang bermasalah. Setelah empat bulan di penjara, Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) pada tanggal 14 Agustus 2001. Dari tahun pertama, Partai AK menjadi gerakan politik terbesar yang didukung publik di Turki. Pada pemilihan umum tahun 2002, Partai AK memenangkan dua pertiga kursi di parlemen, membentuk pemerintahan partai tunggal setelah 11 tahun.
Masa kecil hingga remaja
Erdoğan lahir di Istanbul, tetapi dibesarkan di Rize pesisir Laut Hitam
dan kembali ke Istanbul pada usia sekitar 13 tahun dalam sebuah
keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah seorang pelaut yang bertugas
sebagai penjaga pantai di Angkatan Laut dan berasal dari Rize.[1]
Ia belajar di sekolah agama, Sekolah Imam Hatip dan melanjutkan ke Universitas Marmara untuk belajar ekonomi dan bisnis.[2] Erdoğan menjadi pemain sepak bola semi profesional pada usia 16 tahun, dan bekerja di perusahaan angkutan kota Istanbul.[2][3][4]
Ia terjun ke dalam politik bersama Partai Keselamatan Nasional (Milli Selâmet Partisi) yang Islamis, di bawah pimpinan Necmettin Erbakan dan kini telah dibubarkan. [butuh rujukan] Setelah kudeta militer pada 12 September 1980, ia meninggalkan sepak bola dan bekerja di sektor swasta, dan pada 1982 menjalani wajib militer sebagai seorang perwira dengan tugas khusus. [butuh rujukan]
Karier politik
Setelah kudeta 1980, semua partai politik dibubarkan, tetapi para bekas anggota Partai Keselamatan Nasional kemudian mendirikan Partai Kesejahteraan (Refah Partisi) setelah demokrasi dipulihkan pada 1983. Pada 1985 Erdoğan menjadi ketua Partai Kesejahteraan di Provinsi Istanbul dan ikut serta dalam pemilihan wali kota untuk wilayah kosmopolitan Beyoğlu di Istanbul tengah dan seagai calon untuk Dewan Nasional Agung Turki beberapa kali pada akhir 1980-an. [butuh rujukan]
Pada 1991,
Partai Kesejahteraan melampaui ambang 10% yang dibutuhkan untuk
memperoleh kursi untuk pertama kalinya di Dewan Nasional Agung, dan
Erdoğan terpilih sebagai anggota parlemen dari Provinsi Istanbul,
meskipun kursi ini kemudian dicabut oleh Komisi Pemilihan Pusat karena
adanya sistem pemilihan yang berlaku saat itu. Namun, dalam pemilu lokal pada 27 Maret 1994, Partai Kesejahteraan menjadi partai terbesar di Turki untuk pertama kalinya, dan Erdoğan menjadi wali kota Istanbul Raya serta Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya. [butuh rujukan]
Sebagai wali kota Istanbul, ia menjadi terkenal karena ia
seorang administratur yang efektif dan populis, membangun prasarana dan
jalur-jalur transportasi Istanbul dan pada saat yang sama memperindah
kota itu. Dalam prosesnya ia menjadi politikus Turki yang paling
populer. [butuh rujukan]
Prestasi menonjolnya yang sulit dilupakan warga adalah
keberhasilan pengadaan air bersih untuk penduduk kota itu, penertiban
bangunan, mengurangi kadar polusi dengan melakukan aksi penanaman ribuan
pohon di jalan-jalan kota, memerangi praktik prostitusi liar dengan
memberikan pekerjaan lebih terhormat kepada wanita muda, dan melarang
menyuguhkan minuman keras di tempat yang berada di bawah kontrol Walikota Istanbul. [butuh rujukan]
Ketika mendeklarasikan Partai Keadilan Pembangunan (AKP: Adalet ve Kalkinma Partisi) yang berhaluan Islam pada Agustus 2001, ia mampu membawa partainya ibarat cahaya yang akan menerangi kegelapan. Kemenangan partainya dalam pemilu 3 November 2002 dengan 34,1 persen suara bukan secara otomatis menaikkan citra sebagai perdana menteri. Wakil Ketua AKP Abdullah Gul yang ditunjuk oleh Presiden Ahmet Necdet Sezer.
Tetapi, setelah semua kasus yang menimpanya dianggap selesai dan
disetujui parlamen, ia kemudian menggantikan Abdullah Gul sebagai Perdana Menteri Turki. [butuh rujukan]
Pemilihan Presiden Turki 2014
Pada 10 Agustus 2014,
Turki menggelar pemilihan presiden secara langsung untuk pertama
kalinya setelah 91 tahun. Selama ini, Presiden Turki dipilih oleh
parlemen. Terdapat tiga calon yang maju dalam pemilihan presiden Turki
2014 ini. Perdana Menteri Turki Erdoğan turut maju dalam pilpres. Dua
calon lainnya adalah Ekmeleddin İhsanoğlu yang merupakan Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam sejak 2005, dan Selahattin Demirtas yang merupakan politisi etnis Kurdi di Turki.[5]
Erdoğan terpilih menjadi Presiden Turki ke 12 hasil pemilihan presiden Turki yang digelar pada 10 Agustus 2014. Erdoğan memenangi pemilihan presiden dengan perolehan 52 persen mengalahkan dua pesaingnya.[6]. Pada 28 Agustus, Erdoğan resmi dilantik menjadi Presiden Turki ke-12. Ia dilantik di kantor kepresidenan di Ankara.
Pelantikannya akan mengantarkan pada era baru di Turki karena dia
diperkirakan akan mendesak dibuatnya konstitusi baru yang bisa
menstransformasi negeri itu. Pengganti Erdogan pada kursi perdana
menteri adalah Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoğlu.
Para kepala negara sejumlah negara Eropa Timur, Afrika, Asia Tengah dan
Timur Tengah akan menghadiri pelantikan Erdogan, termasuk Presiden Ukraina Petro Poroshenko[7]
Politik luar negeri
Meski Turki merupakan satu dari beberapa negara Timur Tengah yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, Erdogan menyatakan bahwa dia akan melawan jika Israel menyerang Libanon dan Gaza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar