Kamis, 07 Januari 2016

KH.SANUSI ALI

Beliau adalah KH. Sanusi yg dimakamkan diselatan Masjid Kauman Jekulo. KH. Sanusi  dilahirkan dari pasangan Bapak Ya’qub dan Ibu Sarijah. Saat hidupnya beliau lebih di kenal dengan sebutan H. Sanusi Ali, namun keterangan lain nama Ali tersebut bukan nama asli melainkan laqob atau nama panggilan yg berasal dari istilah Sanusi Kulon Kali, Lalu anak-anak kecil sering menyebutnya dengan menyingkat Mbah Sanusi Kulon kali menjadi Mbah sanusi Ali.Mungkin karena  memang beliau mempunyai dua rumah, satu di dukuh Kauman yang  berada di timur sungai Logung dan yg satunya lagi berada di sebelah barat sungai Logung, lebih tepatnya di utara pasar mbareng lama,  di dukuh Tambak jaya.



Beliau mbah sanusi Ali yang sering melakukan laku sulik riyadloh pada masa remajanya ini memang mempunya banyak karomah.
Diantaranya pada saay beliau bertapa selama 40 hari tanpa belak di puncak gunung Argo jimbara, yang merupakan salah satu puncah dari gunung muria, Untuk menemukan rasa ing jati rasa ing rasa dan makrifatu Allah dengan mengenal diri sendiri atau nemoning deneng jati.
Saat beliau melakukan tapa brata tersebut beliau selalu ditemani Macan yang selalu memawakan bumbung air untuk beliau berwudhu saat menjalankan sholat lima waktu. Dan panda puncaknya beliau ditemuai oleh Nabi Khidir as, dan diberi nasi bungkus untuk menghabiskanya namun beliau tidak dapat menghabiskanya, dan hanya memakanya separoh saja. Genap 40 hari beliau turun gunung untuk menemui ibunya, saat sampai dirumah Sang KH ternyata mengerjai ibunya saat ibunya sedang menimba air disumurnya dengan sengot, dan tiba-tiba Sang ibu merasa keberatan dan berteriak-teriak minta tolong karena tak mampu menarik sengot timbanya tersebut. Dan Mbah Sanusi tiba tiba muncul dengan memegang jenggotnya dan berkata (Aku yang ganduli mbok), Oalah ternyata sang KH sedang menjajal ilmunya tersebut.
Sebagaimana yg diriwayatkan oleh Almarhum Kiai Muhammad; Pernah suatu pagi Simbah Sanusi menyapu di depan langgar (Musholla), diam menunduk, hanya tangannya saja yg bergerak-gerak. tatkala KH Yasin yg merupakan murid beliau sowan, beliau berkata bahwa td Beliau itu sedang membantu seorang di Malang jawa timur.
Pada kesempatan lain, tatkala Kh Yasin sowan ke rumah Simbah Sanusi di pagi hari, KH Yasin disuguhi Nasi Samin yg masih hangat oleh Mbah Sanusi. Meliahat suguhan itu Kiai Yasin bertanya dgn dialek jawa, “Nasi Samin yg penuh Daging tsb berasal dari mana??” Mbah Sanusi menjawab dgn bahasa jawa, “Itu lho tadi Jam setengah enam pagi aku dapat undangan di Mekah” kemudian Kiai Yasin Menimpali, “waktu aku Haji, kebanyakan Nasi di mekah memang Nasi Samin”. Padahal pagi itu beliau masih di Jekulo.
Simbah Sanusi tergolong Auliya’ yg sering memperlihatkan Keramatnya. Sehingga keramat beliau terlalu banyak untuk dapat diceritakan. Seorang Kiai berkata bahwa keramat Mbah Sanusi tidak ubahnya keramat Sheikh Abdul Qadir Al Jaelani, hanya saja yg membedakan, kalau Sheikh Abdul Qadir adalah Sulthonul Auliya’.
Diantara keramatnya lagi, Beliau pernah bepergian ke sebelah selatan baratnya kota Jogjakarta, iaitu di daerah Laut Selatan. Di laut tersebut terdapat Masjid Nabi Khidlir a.s yg terliahat oleh Simbah Sanusi. beliau memasuki Masjid tsb, kemudian Masjid tadi tenggelam ke dasar laut. Dan anehnya setelah keluar, tubuh beliau sama sekali tak basah. Diriwayatkan, sebentar setelah kejadian tsb, beliau Simbah Sanusi mendapat Anugerah dari Allah berupa Kembang Jaya Sampurna, yg berupa kayu, dan barang siapa membawanya jadi mempunyai kedudukan sebagaimana para ratu. Jadi tak heran, saat Bupati Kudus sakit, si bupati menyuruh abdi dalemnya untuk memohon Obat kepada Mbah Sanusi. Dan oleh Mbah Sanusi diberi satu keping uang godem. beliau menyuruh agar uang tsb diremdam dlm air, kemudian air tsb diminum. Setelah mengikuti anjuran beliau, alhamdulillah Allah menyembuhkan sakit si Bupati. Seperti yg diceritakan Kiai Muhammadun Pondohan.
Kiranya cukup sedikit cerita tentang keramat beliau. Agar kiranya cerita tersebut dapat menambahkan keyakinan dalam hati kita. Seperti firman Allah dalam surat Hud Ayat 120; wakullan Naqusshu ‘Alaika min Anbaai arrusuli ma nutsabbitu bihi fuadak, ila akhiril ayat. Imam Sya’roni berkata dlm kitabnya, “bahwasannya Iman terhadap keramat para wali adalah Wajib dan Haq. Setiap keramat para Auliya’ adalah bukti mukjizat para Nabinya. Jadi keramat Auliya’ Muhammad Shalallah alaihi wa sallam adalah bagian dari Mukjizat yg menunjukkan kebenaran beliau dan sahnya Agama beliau saw”.
Adapun silsilah Beliau adalah sebagai berikut ini:
:: Waliyulloh Mbah Sanusi
:: Bin Ky. Ya’qub di Makamkan di Gili Tenggeles :: Bin Raden Mas Hadi Kesumo (KH. Abdur Rohman makamnya di Ngembalrejo Kudus)
:: Bin Raden Mas Sumo Hadiwijoyo, makamnya di Mlati Kudus.
:: Bin Raden Mas Tumenggung Adipati Hadi Kesumo Nengrat.
:: Bin Raden Mas Tumenggung Adipati Surya Kesumo Mejobo Kudus.

Silsilah beliau Simbah Sanusai sampai kepada Waliyulloh Abdur Rahman Ba’abud yg lebih dikenal dengan nama Amangkurat Mas II, Tegal Arum. Raden Amangkurat Mas merupakan salah satu keluarga Kerathon Surakarta yg mengasingkan diri dari pemerintahan.
Tuan guru beliau diantaranya adalah Habib Nuh Bin Muhammad Al Habsyi Singgapura, Kiai Iskandar Banyumas dan para Ulama di Mekah. Kami belum dapat keterangan yg lebih detail tentang Guru-guru beliau.
Diantara murid-murid beliau adalah KH. Yasir, KH Yasin dan KH Dahlan, ketiganya adalah Ulama’ setempat di daerah Jekulo. Juga KH. Muhammadun Pondohan Tayu Pati. Beliau KH Muhammadun ber-baiat Thariqah Naqsabandiyyah pada Simbah Sanusi dengan baiat khusus, dan oleh Simbah Sanusi KH Muhammadun dipesan agar tak mengijazahkan kepada sembarang orang.
Begitulah kira-kira sepenggal Biografi tentang Waliyulloh Mbah Sanusi. Haul beliau diadakan pada Malam hari setelah Isya’ oleh Masyarakat dan keturunan beliau, setiap Tanggal 18 Syawal.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau, dan memasukkan beliau kedalam Surga bersama Syuhada’ Shalihin dan Anbiya’ di ‘Illiyyin, surga yg tinggi, dengan Anugerah dan RahmatNya. Dan semoga berkah beliau sampai juga kepada Kita semua. Amin
Dan itulah tadi kramat yang dimiliki oleh KH Sanusi Ali bserta keramat-keramatnya semoga kita dapat di berikan keberkahan oleh Allah

Rabu, 06 Januari 2016

GHASAB



Apa itu ghasab ?..
Ghasab adalah dimana kita mengambil barang milik orang lain dan memanfaatkannya tanpa seizinnya kemudian mengembalikannya. Berbeda dengan mencuri,mencuri adalah keadaan dimana ada orang mengambil  barang milik orang lain,dan tidak pernah atau mengembalikannya  KEDUANYA HUKUMNYA SAMA-SAMA HARAM DAN DOSANYA SAMA- SAMA BERAT
          Hukum Ghasab
Perbuatan gasab adalah dosa dan haram tapi tidak membatalkan salatnya. Sedangkan dalam fikih Ahlulbait, gasab tetap dihukumi sebagai dosa yang menyebabkan salatnya sendiri tidak sah. Sedemikian ketatnya hingga jika kita salat tetapi ada sehelai benang pun yang ada ditubuh kita diperoleh dengan cara batil, maka salat pun tidak sah. Sayidina Ali as. Berkata kepada Kumail, “Wahai Kumail, lihatlah di mana dan pada apa kamu salat. Jika itu didapatkan bukan dengan cara yang benar maka tidak diterima salatnya.

Al-ghasab haram dilakukan dan berdosa bagi yang melakukannya, firman Allah :
ولا تأ كلوا موالكم بينكم بالباطل (البقرة) : 188
“dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain antara kamu dengan jalan bathil”. (Al-Baqarah : 188)

Ghasab ada berbagai jenis:
1.     GHASAB MANFAAT
GHASAB MANFAAT  adalah di mna kita menggunakan barang / tanah umtuk memanfaatkannya seperti; kita melewati tanah orang yang sejatinya adalah BUKAN JALAN dan orang itu tidak meridloi/ tidak senang apabila ada orang yang melewati tanahnya.
Dan membangun sesuatu diatas tanah orang lain,membuang sampah ditanah orang lain,membangun tenda diatas jalanan umum/jalan resmi,mengusir orang dari tempat shalatnya.
Padahal kita mengambil rumput atau sehelai daunpun dari tanah orang lain tanpa ridho yang punya itu dikategorikan mencuri tapi,itulah kebiasaan buruk masyarakat kita,dan itu akan menjadi deposit dosa sampai mati
2.     GHASAB BARANG
Menggunakan barang orang lain tanpa seizin orang lain,seperti:sandal,motor,sepeda,dll bahkan uang sekalipun


Karena itu merupakan kedzaliman yang juga diharamkan Allah atas diri-Nya dan dijadikan-Nya sebagai sesuatu yang haram di antara kita.
Kedzaliman itu haram dalam masalah yang sedikit atau banyak. Inilah faidah disebutkannya satu jengkal.
Benda-benda yang tidak bergerak bisa dianggap di ghashab dengan cara menguasainya. Menurut Al-Qurtuby : “dari hadits yang disebutkan bahwa dapat disimpulkan tentang kemungkinan masuknya meng-ghashab tanah dalam dosa-dosa besar”.
Hak milik yang lahir ialah tanah dan hak milik batinnya adalah bagian dalam tanah. Sehingga seseorang tidak boleh melubangi bagian dalam tanah di bawah permukaan tanah, atau membuat lorong dan terowongan kecuali dengan ijinnya. Pemilik tanah atau pemilik apapun yang terpendam dalam tanah itu, seperti batu-batuan dan barang tambang sehingga dia berhak untuk menggali sesukanya. Para ulama juga mengatakan bahwa udara juga mengikuti ketetapan. Siapa yang memiliki sebidang tanah, maka dia juga memiliki apa yang ada diatasnya.

Dan dosanya sama dengan mencuri,kelak di akhirat ia akan di potong tangannya bersama para pencuri